“Rekonstruksi Nilai-Nilai Budaya Bima Menuju Profesionalisme Organisasi”. (PKD VII) PMII BIMA
adhinnews
adhinnews
Pelatihan Kader
Dasar atau disebut PKD merupakan pengkaderan formal basic kedua pada tingkat kaderisasi PMII pasca Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Oleh karena fase ini
adalah tahap lanjutan, maka persoalan doktrinasi nilai-nilai dan missi PMII,
penanaman loyalitas dan militansi gerakan, sudah tuntas sehingga fokus garapannya
adalah mewujudkan kader-kader PMII yang lebih dari sekedar militan, mempunyai
komitmen moral, dan dasar-dasar kemampuan praksis untuk melakukan amar
ma’ruf nahi munkar.
Untuk menunjang
proses pembelajaran kader, kami mengadakan program pra-Pelatihan Kader Dasar
(PKD) dengan tema “SMART in The World”. Teknis program ini berupa pembekalan
khusus selama 3 Hari dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan tentang
materi-meteri PKD sebagai stimulan awal agar olah wacana calon peserta PKD
lebih mendalam. Selain bertujuan menambah pengetahuan, mempertajam wacana,
mengasah fikir, program ini juga sebagai forum silaturrahim intelektual
keluarga besar PMII Bima.
Dengan mengusung tema “Rekonstruksi Nilai-Nilai Budaya Bima menuju
Profesionalisme Organisasi”. dalam PKD-VII kali ini, PC.
PMII Bima berupaya kembali memikirkan budaya Bima secara serius sudah lama ditunggu-tunggu. dengan mengkolaborasikan antara Sistem Kaderisasi Formal yang menyuguhkan materi - materi penunjang arah gerak dan penanaman ideologi (Terutama Pemahaman Tentang Ahlusunnah Waljama'ah) dengan Karakter ke-Bima-an sebagai cerminan Budaya yang Religius./(Baca: Jejak Islam di Bima pada Abad Ke 15)
Sudah terlalu lama masyarakat Bima dengan bangga menyandarkan diri atau mundur kembali pada penafsiran-penafsiran kuno. Inilah sebabnya kita begitu tersiksa di dunia kontemporer dan tidak begitu betah dengan modernitas. (Ziauddin Sardar, Kembali ke Masa Depan,hal. 29).
Sudah terlalu lama masyarakat Bima dengan bangga menyandarkan diri atau mundur kembali pada penafsiran-penafsiran kuno. Inilah sebabnya kita begitu tersiksa di dunia kontemporer dan tidak begitu betah dengan modernitas. (Ziauddin Sardar, Kembali ke Masa Depan,hal. 29).
menyoal tentang Profesionalisme, PMII memiliki prinsip-prinsip yang harus di junjung tinggi dalam menjalankan organisasi bahkan dalam suatu negara sekalipun. prinsip-prinsip tersebut adalah :
Prinsip Syura ( Musyawarah), Al- Adl (Keadilan), Al - Hurriyyah (Kebebasan), dan Al- Musyawah (Kesetaraan Derajat) Baca : Aswaja Sosial Politik
Intelektual Muslim kontemporer seperti Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Iqbal, Malik bin Nabi, dan Abdul Qadir Audah telah merintis jalan bagi kita untuk tetap optimis menatap masa depan dengan tetap menjadikan Islam sebagai falsafah hidup.
Prinsip Syura ( Musyawarah), Al- Adl (Keadilan), Al - Hurriyyah (Kebebasan), dan Al- Musyawah (Kesetaraan Derajat) Baca : Aswaja Sosial Politik
Intelektual Muslim kontemporer seperti Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Iqbal, Malik bin Nabi, dan Abdul Qadir Audah telah merintis jalan bagi kita untuk tetap optimis menatap masa depan dengan tetap menjadikan Islam sebagai falsafah hidup.
PMII menuntut kader-kedernya untuk selalu bersikap ‘Progresif’ dengan
cara menghidupkan dinamika evolusi sosial masyarakat dan tidak berpegang pada
ide lama secara taklid buta.
Dengan Demikian Cita-Cita yang diharapkan dari Hasil PKD VII ini dapat memenuhi kriteria Kader Ulul Albab (Baca :PMII BIMA SEBAGAI LABORATORIUM ULUL ALBAB)
Dengan Demikian Cita-Cita yang diharapkan dari Hasil PKD VII ini dapat memenuhi kriteria Kader Ulul Albab (Baca :PMII BIMA SEBAGAI LABORATORIUM ULUL ALBAB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar