adhinnews
(Refleksi Mei sebagai Bulan kebangkitan)
oleh : Suradi
Sepanjang Mei 2015, Masyarakat Kota/Kabupaten Bima disuguhi beragam kasus sosial oleh sejumlah media cetak maupun media elektronik. Tertangkapnya Oknum Mahasiswi yang melakukan aborsi di sebuah Kos-kosan oleh Aparat bersama Masayarakat, Dibekuknya pelaku sekaligus pengedar narkoba Oleh aparat kepolisian, pencurian asset Kantor MUI Kota Bima, penculikan anak yang membuat geger para orang tua, peristiwa pembacokan Oknum Siswa yang berujung pada konflik antar kampung di Desa Kalampa dengan Desa Pandai yang berimbas pada diliburkannya Sekolah di daerah setempat, Perkelahian antar pemuda kelurahan tanjung dengan Kelurahan paruga, yang baru-baru ini telah melakukan ISLAH oleh kedua Tokoh Masyarakat. Dan masih banyak kasus sosial lainya tersuguh dengang sendirinya didepan mata kita, meskipun berbagai macam kasus ini hadir dengan Modusnya masing-masing, Tentu ini menjadi sebuah suguhan yang berlaku kontras dengan apa yang di galakkan pemerintah Kota dengan Slogan Kota Bima BERTEMAN (Bersih Tertib dan Aman) dan Kabupaten dengan Slogan Bima Membumikan Al-Qur’an.
Semakin maraknya tingkat kejahatan sosial di sekitar kita, Hal ini menandakan bahwa semakin rendahnya tingkat kewaspadaan kita terhadap mencuatnya berbagai macam kasus sosial ditengah masyarakat. disini kita dituntut untuk lebih meningkatkan lagi kewaspadaan kita terutama pada kalangan pemuda selaku generasi penerus Bangsa yang selalu menggaungkan Kebangkitan dan menggalakkan perubahan. Meskipun pemerintah sudah mengupayakan yang terbaik dengan berbagai macam program kemasyarakatan , belum tentu hasilnya juga bisa baik tanpa adanya kesadaran dari masyarakat itu sendiri.