Rabu, 14 Mei 2014

POLIGAMI ALA AKTIFIS GERAKAN

adhinnews



BUNYAMIN YAKUB (KETUM PC PMII BIMA)
Sunah rasul tentang menikah sampai 4 ikali sekarang banyak disalah artikan oleh umat, banyak diantaranya yg menjadikan Sunah tersebut sebagai tameng atas nafsu semata, contoh: menikah dengan perempuan yg lebih muda dan segar dr istri sebelumnya, yang walaupun benar secara fiqh, "Ar-Rijalu kauwuna ala Nisa" berarti secara harfiah bahasa lelaki adalah pemimpin Perempuan, tetapi sebagai lelaki tidak boleh menafsirkan hanya sebatas itu saja, agar kita bisa lebih tuntas memahami sunah tersebut diatas. Nah sekarang saya ingin menulis tesis tentang sunah menikah ideal sampai 4 kali ala aktifis Gerakan:
1. Menikah Biologis
Pernikahan ini memang tak bisa kita nafikan sebagai kebutuhan biologis yg harus kita penuhi sebagai manusia normal pada umumnya, apapun dalilnya, secara objektif tetap faktor utamanya adalah penyaluran hasrat biologis (nafsu).
2. Menikah Ekonomis
 Pernikahan yang kedua akan lebih mengedepankan faktor ekonomi semata, dalam hal ini lelaki akan berpikir plus minus menikah secara  faktor ekonomi. Biasanya akan dialami oleh lelaki yang telah bosan dengan lemahnya ekonomi atau ingin meningkatkan nilai ekonomi dirinya.
3. Menikah Politis
 Pernihan ketiga akan mengedepankan rasional keuntungan atau peluang secara politis, biasanya pernikahan ini akan dialami oleh seorang politisi atau birokrasi yang mengejar jabatan dan kedudukan yang bisa dimanfaatkan dengan menikahi anak atau sanak famili si-pemegang kendali kekuasaan.
4. Menikah Strategis
Pernikahan terakhir ini adalah kombinasi antara pernikahan-pernikahan sebelumnya, karena penikahan ini akan menggabungkan antara rasional alam dan keyakinan. Pernikan ini biasanya akan dialami oleh lelaki yg ingin melanggengkan popularitas, elektabilitas dan penghormatan yang telah diraih, nah pernikahan inilah yang akan menjadi tameng dari pengganggu yang ingin melangserkannya.
Dari 4 menikah yang saya uraikan diatas kita bisa menarik benang merah bahwa menikah sampai 4 kali sunah rasul yang dimaksud tidak perlu dengan 4 perempuan, karena jika memang kita bisa menikahi 1 perempua tetapi bisa memenuhi semua kriteria atau paham diatas, maka cukup hanya kita nikahi 1 perempuan dengan 4 kali.
"Dibelakang Lelaki Hebat, ada perempuan luar biasa"

dari catatan diatas ada juga yang berpendapat bahwa kategori pernikahan tersebut bukan sepenuhnya potret aktivis kita, karena yang membuat tesis adalah seorang aktivis juga . Saya lebih berpikir tesis yang diajukan adalah pergolakan batin dan kongklusi dari penulis sendiri. 
Sebab kalau sampelnya adalah aktivis, ada satu yang dilupakan yakni pernikahan Ideologis. Pernikahan dimaksud adalah yang dibangun atas dasar kesamaan ideologi, platform pergerakan, dan visi yang sama untuk melanggengkan generasi keturunan.

‘Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” [QS. An Nahl (16):72].
(Ady Supriadin)

dan ada juga yang berpendapat beginiDari empat kriteria menikah di atas benar, namun hal ni kembali kapada niat, terlebih berpoligami bukan hal bisa kita lakukan dengan bersandar pada dalil dan sunnah Rasul sebagai alasan yg mengkuatkannya untuk berpoligami. namun keadilan yang di tuntut dalam menjalini rumah tangga tersebut. sebab hukum syari' juga berpadu dengan nilai budaya yang berkembang sekarang ni. agar tidak menjadi hujatan2 di kalangan umat islam itu sendiri. (Buhan)
 

Tidak ada komentar: