Minggu, 15 Juli 2012

Membangun Indonesia Dengan Cinta 1

adhinnews


Mendorong Kemandirian, Membangun Daya Saing Masyarakat”
(Oleh : Suradi )

Berbicara tentang kemandirian suatu bangsa, tentu kita sedikit berpikir kebelakang bahwa, kemerdekaan indonesia di bangun atas dasar perjuangan dan pengorbanan para pejuang- pejuang kita terdahulu. Yang dimana pilar utama dari perjuangan tersebut adalah bangsa kita mampu untuk mandiri dalam membangun bangsa tercinta ini. Kemandirian telah lama menjadi ruh perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tahun 1923. Perhimpunan Indonesia (PI) misalnya, mengeluarkan pernyataan bahwa setiap orang indonesia harus berusaha dengan sungguh-sungguh (wajib) untuk mencapai kemandirian.

Kata kemandirian itu juga cukup “ampuh” menjadi penyemangat yang selalu di kumandangkan oleh para tokoh pendiri bangsa ini. Sehingga bisa meraih kemerdekaan dari tangan – tangan penjajah. Tanpa semngat dan spirit kemandirian, kemerdekaan belum tentu kita raih.
Bila spirit kemandirian sudah terbentuk dalam setiap jiwa masyarakat indonesia, selangkah lagi dalam dirinya akan terbangun kesadaran untuk mandiri. Dan memiliki daya saing yang begitu sangat tinggi. Dengan demikian masyarakat pada umumnya tidak akan gagap dalam menatap perubahan.
Di era globalisasi ini, kemandirian dan daya saing mutlak di perlukan. Bukan hanya pada konteks berbangsa dan bernegara semata tapi juga dalam skala kedaerahan maupun yang berskala kecil (individual). Kemandirian dan daya saing setiap individu, ini mesti harus dimiliki di tengah persaingan dan kompetisi yang semakin ketat di berbagai bidang. Maupun dalam konteks global.
Membangun Kemndirian dan daya saing memang bukanlah resep instan sekali jadi. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Findlandia, singapura,china,jepang telah menginfestasikan waktu dan sumber daya sejak lama dalam membangun kemandirian dan daya saing Negaranya.
Di tengan perkembangan saat era Globalisasi sekarang ini, harkat dan martabat sebuah bangsa sangat di tentukan oleh ekonomi dan industri suatu negara serta pengaruhnya terhadap negara-negara lain. Atau minimal di kawasan. Karena itu tentu tidak heran, ketika negara-negara maju berkompetisi dengan negara-negara lain. Pasti akan menggunakan segala cara untuk mengupayakan berkompetisi dengan negara-negara lain.
Inilah yang harus kita pahami selaku masyarakat khusunya kaum intelektual yang tidak enggan berbicara tentang perubahan dan kemajuan bangsa indonesia ini. Bahwa masyarakat harus di berikan pemahaman – pemahaman untuk berpikir dan berpandangan yang terbuka dan jauh kedepan.
Hal utama yang perlu di bangun adalah semangat serta kesadaran kompetensi posotif dalam setiap lingkungan pendidikan yang ada. Dengan demikian, pendidikan bukan lagi di maknai sebagai beban akan tetapi panggilan hidup yang mesti harus di jalani oleh setiap orang sebagai bekal dalam meniti masa depan.
Hal tersebut juga telah di singgung oleh allah swt. Dalam surat : AR. RA’D (11). Bahwa ”Allah tidak akan merubah nasib sesuatu Kaum. Tanpa kaum itu sendiri yang merubahnya.” Itu artinya bahwa kata mandiri memiliki pijakan yang kuat, baik oleh pengalaman sejarah maupun oleh dalil agama.
apa lagi kita menengok kondisi pendidikan kita di NTB saat ini. Pengelolaan pendidikan di NTB rata-rata mengandalkan manjemen seadanya. Kondisi seperti inilah yang membuat NTB belum mampu mengangkat Indeks Prestasi Manusia (IPM). Masyarakat NTB ke papan tengah Atas di indonesia.
Meski telah berusia setengah abad lebih, menjadi propinsi sendiri. IPM kita masih selalu bertengger di posisi paling bawah (32) dari 36 provinsi di indonesia. Hal ini menunjukan bahwa pengelolaan pendidikan ternyata belum mampu memupuk semangat kemandirian dan daya saing kita selaku putra-puteri daerah. Oleh sebab itu, ada baiknya kita sebagai generasi penerus terus melakukan evaluasi dan introbeksi diri agar kondisi tersebut tidak terjadi selamanya. Kita selaku masyarakat khususnya kaum intelektual muda tentu kita memiliki kewajiban untuk segera menjawab persoalan ini. Mari kita bangun niat dan semangat untuk mandiri agar memiliki daya saing. Baik selaku individu maupun selaku masyarakat berbangsa dan bernegara.

*_Penulis adalah (Mantan Sekertaris Umum PC PMII Bima _2009-2010_Ketua Bidang Organ Gerakan, Kepemudaan dan Perguruan Tinggi PKC PMII NTB 2011-2013_Ketua Bidang Hubungan Kemasyrakatan LSM FITUA INSTITUTE_Wakil Sekertaris Pimpinan Cabang GP ANSOR Kabupaten Bima_2012-2016_

Tidak ada komentar: