
“Peran Kaum Muda dalam Mengontrol dan Mengawal Tatanan Kemajuan Daerah”
(oleh : Suradi )
Sejarah telah membuktikan bahwa Pemuda memiliki peranan yang sangat penting dalam mengawal dan mengontrol kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Ini. Berawal dari Kebangkitan Nasional pada tahun 1908, Sumpah Pemuda pada tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Penumbangan Rezim Orde Lama pada tahun 1966, penumbangn Rezim Orde Baru pada tahun 1998. Merupakan hasil kerja keras para kaum muda dan para pejuang –pejuang kemerdekaan yang tentunya memiliki semangat yang membara dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan
Lalu, pertanyaan yang muncul kemudian bahwa, apakah semangat perjuangan yang telah berahasil di torehkan oleh kaum muda dan para pendahulu kita masih di miliki oleh kaum muda sampai saat ini.? Banyak refleksi dan evalusi untuk menjelajahi jawaban atas pertanyaan di atas. Yang jelas hari ini kita selaku kaum pembaharuan agent pengontrol. Harus berpikir sedikit lebih keras untuk memeberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara kita.
Berbagai peristiwa dan fenomena di dunia pendidikan, kesehaan ekonomi, dan sosial politik, kesenian yang terjadi di Indonesia sepanjang 2007 hingga Hingga Kini. telah melahirkan sejumlah isu kebudayaan yang menarik. Meski seluruhnya merupakan keberlanjutan dari apa yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, dalam konteks tahun 2007 dan 2008 terdapat sejumlah penanda dan fenomena ke mana arah isu itu bergerak, terutama dihadapkan dengan 2009, tahun yang akan menjadi peristiwa penting dalam perkembangan sosial politik di Indonesia, yakni pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden. Kemudian berlanjut ke tahun 2010-2011. seperti itulah isu-isu kebudayaan terangkat kepermukaan dengan berbagai permasalahan yang di usungnya. Dari mulai budaya demokrasi, politik, kesehatan, pluralisme, ekonomi, agama, pemikiran hingga pendidikan. Bahkan saat ini Indonesia menghadapi lampu kuning masalah kependudukan. Indonesia bukan saja menghadapi besarnya jumlah penduduk, tetapi yang juga memprihatinkan adalah masih rendahnya kualitas SDM.
Oleh karena demikian, berangkat dari fenomena di atas, sudah saatnya kita selaku kaum muda yang memiliki sikap dan tanggung jawab moral dalam megawal dan menawarkan konsep apa yang harus di gunakan untuk meningkatkan kualitas SDM, Ekonomi, Politik, Sosial dan Budaya Bangsa kita. Di bawah ini dapat saya uraikan beberapa hal yang harus dan perlu di laksanakan oleh semua pihak. Baik pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya.
Pertama, sistem perekonomian Indonesia perlu untuk dirombak secara besar-besaran. Sistim kapitalisme yang bersifat eksploitatif harus diganti dengan sistim ekonomi kerakyatan yang mana prinsip-prinsipnya telah tercantum di UUD 1945. Sistem yang lebih berpihak pada segelintir elit pengusaha harus diganti dengan sistim yang dapat mensejahterahkan masyarakat umum. Selain itu, sektor usaha kecil menengah memiliki peran lebih besar dari pada perusahaan besar swasta dalam mengurangi pengangguran, kemiskinan dan penguatan perekonomian nasional.
Kedua, Dalam konteks pemerintahan, good goverment memang menjadi suatu keharusan. Apalagi dalam kondisi ekonomi-politik saat ini yang jauh dari cita-cita ideal, good government menjadi terasa sangat dibutuhkan. Dengan wewenang sebagai pelaksana UUD 1945, pemerintah punya otoritas untuk memproteksi pengaruh lembaga-lembaga ekonomi yang mengeksploitasi masyarakat
Saat ini, good government masih menjadi cita-cita. Terbukti pemerintah Indonesia masih sering melakukan tindakan eksploitatif-kapitalistik, hal ini ditunjukkan dengan privatisasi, deregulasi dan liberalisasi yang dilakukan oleh pemerintah pada sektor publik seperti UU Migas, UU BHP (Badan Hukum Pendidikan), UU PMA (Penanaman Modal Asing). Seperti apa yang terjadi di NTB Saat ini khususnya di Bima. Dimana pemerintah dan investor asing berlomba-lomba membuka lahan pertambangan.
Ketiga, dan yang paling penting dari kedua diatas adalah pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan, pelatihan serta menumbuhkan mentalitas dan sikap moral serta kreatifitas anak bangsa yang benar dalam pengembangan ekonomi dan politik bangsa.
dari beberapa hal tersebut di atas, merupakan sekelumit hasil pikiran yang saya tuangkan dengan segala keterbatasan yang saya punya dalam merespon fenomena-fenomena yang ada, tapi meskipun demikian apapun bentuknya kita harus segera mencoba berbuat untuk negeri ini. Para kaum muda harus segera bangkit untuk menata bangsa kita dari keterpurukkan.
*_Penulis adalah (Sekertaris Umum PC PMII Bima _2009-2010) _Ketua Bidang Organ Gerakan, Kepemudaan dan Perguruan Tinggi PKC PMII NTB 2011-2013_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar